23 October 2026
22 October 2026
The Solomon Paradox pada Musikolog: Pandai Mengkritik, tapi Gagap Menghadapi Masalah Sendiri?
Dalam dunia musikologi, tidak sedikit orang yang piawai menganalisis, mengomentari, bahkan mengkritik praktik bermusik orang lain. Mereka mampu menjelaskan kelemahan teknik seorang pemain, kekurangan struktur komposisi, hingga ketidaktepatan metode pengajaran musik. Namun, ketika dihadapkan pada persoalan serupa dalam praktik mereka sendiri, kemampuan tersebut seolah menghilang.
15 October 2026
Era Digital: Apakah Akhir Perjalanan dari Pembajakan Musik?
Selama puluhan tahun, pembajakan musik menjadi salah satu persoalan terbesar industri musik dunia. Dari kaset dan CD bajakan hingga jutaan file MP3 yang dibagikan secara ilegal di internet, industri musik berkali-kali mencoba menghentikan praktik tersebut. Namun, perubahan besar justru datang ketika teknologi digital menawarkan cara baru untuk menikmati musik secara legal.
11 October 2026
Qualia dalam Musik: Apakah Kita Benar-Benar Mendengar Musik dengan Cara yang Sama?
Menyambung artikel sebelumnya Musik Adalah Bahasa Universal? Barangkali Hanya Kiasan, pernahkah kita bertanya-tanya mengapa sebuah lagu dapat membuat seseorang menangis, sementara orang lain yang mendengarkannya justru merasa biasa saja? Pertanyaan ini berkaitan dengan qualia, sebuah konsep dalam filsafat pikiran (philosophy of mind) yang membahas kualitas subjektif dari pengalaman sadar.
08 October 2026
Paradoks Kapal Theseus dalam Pendidikan Musik di Indonesia
Bayangkan sebuah kapal tua yang seluruh bagiannya diganti secara bertahap. Papan kayu yang rusak diganti dengan papan baru, kemudian tiang, layar, hingga bagian lainnya. Setelah bertahun-tahun, tidak ada lagi bagian asli yang tersisa. Namun, kapal tersebut tetap disebut dengan nama yang sama. Pertanyaannya: apakah kapal itu masih merupakan kapal yang sama?
06 October 2026
05 October 2026
Gembar-gembor Hak Cipta Karya Seni Sambil Membajak Software
Ada ironi yang cukup sulit diabaikan dalam pendidikan musik di Indonesia. Mahasiswa belajar tentang hak cipta dengan sangat kritis. Belajar bahwa karya musik memiliki pencipta. Belajar bahwa komposisi tidak boleh dijiplak. Belajar bahwa distribusi karya memiliki aturan. Belajar tentang etika profesi. Lalu untuk mengerjakan tugasnya, software musiknya memakai crack.